Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan

Fitur Baru WhatsApp Segera Bisa Berbagi Semua Jenis File


Para pengembang aplikasi whatsapp sedang menguji sebuah fitur baru whatsapp yang memungkinkan kita mengirim seluruh jenis file ke kontak atau grup. Hal ini ialah peningkatan yang nyata dibandingkan dengan kondisi sekarang.

“Sejak hari ini, WhatsApp mengenalkan untuk semua  pemakai perangkat iOS, Android, Windows Phone, pengalaman untuk berbagi seluruh jenis file, yang memungkinkan kita berbagi file dokumentasi dan media seperti aslinya. ini berarti Anda pun dapat berbagi foto/gambar dan video tanpa dikompres!” tulis wabetainfo.

“Anda barangkali akan menerima aktivasi kapan saja, tetapi perhatikan bahwa ini paling lambat, sebab WhatsApp selalu bereksperimen pada fitur ini untuk sejumlah pengguna,” menurut keterangan dari situs wabetainfo.

Perlu diketahui bahwa kita akan diberi batas pada ukuran file maksimum 128MB di iOS, 100MB di Android, dan 64MB di Web WhatsApp. Berdasarkan keterangan dari GSMArena, hal ini terdapat kaitannya dengan WhatsApp yang tidak menginginkan servernya merasakan masalah dengan beban jutaan orang berbagi video 4K.

Saat ini, meskipun Anda bisa mengirim file, tetapi terbatas pada jenis file tertentu, seperti PDF, dokumen Word, spreadsheet, dan slide.

Tidak jelas kenapa keterbatasan ini sudah berjalan sejauh ini, tetapi kabar baiknya ialah bahwa hal ini akan hilang segera. Fitur baru whatsapp yang memungkinkan kita berbagi segala jenis file tersebut ketika ini sedang menjalani pengujian dengan banyak pemakai terbatas.

Salah satu aplikasi kepunyaan Facebook ini sebetulnya tidak dikenal cepat menambahkan fitur baru, tidak seperti Instagram, yang juga yang dipunyai Facebook, atau bahkan Facebook Messenger. Tapi fitur baru whatsapp ini tentu disambut oleh tidak sedikit pengguna setianya.
Source : Wabetainfo | Tempo
Read more

Google Street View Dimanfaatkan Untuk Mengukur Polusi Udara


Mobil Google Street View lekat dengan layanan pemetaan. Namun, sekarang mobil pemetaan Google tersebut dimanfaatkan mengukur polusi udara.

Untuk memetakan polusi udara di kota tersebut, peneliti Environmental Defense Fund (EDF), Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat, Google Earth Outreach serta startup Aclima memasang perlengkapan pemantau kualitas udara pada dua Google Street View.

Tujuannya untuk mencari hotspot di Oakland, California, Amerika Serikat, yang dikenal punya emisi harian yang tinggi dampak aktivitas truk dan mesin kapal, belum lagi kegiatan industri lainnya.

Peneliti memilih mobil Google Street View sebab mobil ini telah mondar-mandir di jalanan Oakland sekitar lebih dari satu tahun ini dan menghasilkan pemetaan 150 ribu mil serta dapat menghasilkan 3 juta pengukuran unik.

Dikutip dari Mashable, hasil pengukuran polusi udara memakai mobil pemetaan Google itu, peneliti mengatakan, lahirnya peta interaktif yang menyerahkan pola polusi udara yang lebih rinci dari peta polusi udara yang pernah ada. Data peta tersebut juga mengindikasikan bagaimana ketidak tetapan polusi udara harian, mingguan, dan tahunan.

"Metode baru ini memungkinkan kita guna memvisualisasikan data polusi udara dan pengambil kebijakan identifikasi sumber polusi udara, serta mengambil tahapan meningkatkan kesehatan dan keamanan," ujar Kepala Ilmuwan EDF, Steven Hamburg.

Baca Juga : Google Maps Kini Bantu Pengguna Mengingat Lokasi Parkir

Para peneliti menuturkan, polusi udara tak dapat dianggap enteng, sebab dapat menyebabkan atau memperburuk masalah kesehatan di antaranya penyakit asma, pernapasan, stroke hingga penyakit jantung. Hal yang mengerikan, ancaman tersebut sebagian besar tak tampak secara kasat mata.

Peta interaktif polusi udara hasil Google Street View ini menampilkan berbagai warna, mulai dari merah, oranye, dan kuning muda. Warna tersebut mewakili sumber polusi udara contohnya titik percabangan yang padat, pabrik, jalur kemacetan dan lainnya.


Penulis studi tersebut, Joshua Apte menuliskan polusi dalam kota paling bervariasi, tetapi dengan kiat pengukuran baru   memungkinkan yang berkepentingan dapat mengukur variasi polusi dengan jelas.

Mereka berharap, pendekatan pengukuran polusi berbasis laboratorium mobile akan gampang ditiru di kota-kota lain, hingga pengelola kota dan warga dapat merasakan faedahnya.
Source : Viva
Read more

Berinovasi, Facebook Rilis Fitur Pemesanan Makanan

Tak hentinya berinovasi, Facebook merilis fitur pemesanan makanan. Fitur itu akan bekerja langsung di web dan versi mobile Facebook, sampai-sampai memungkinkan pengguna mendapatkan pesanannya tanpa meninggalkan jejaring sosial tersebut.

Fitur baru tersebut dapat ditemukan di sidebar web Facebook atau di bawah menu utama aplikasi. Sayangnya, fitur tersebut terbatas di Amerika Serikat, karna pengiriman pesanan hanya dilakukan melalui Delivery.com dan Slice.

Proses pemesanan dapat dilakukan melalui Facebook, termasuk dengan memasukkan alamat, pembayaran, bahkan menyerahkan tip.

Fitur ini digulirkan secara bertahap. Beberapa pengguna mendapat pesan bahwa tidak semua restoran terdekat yang dapat untuk mengirim pesanan melalui fitur tersebut.
Source : Antara
Read more

Cara Hemat Kuota Dalam Menggunakan Sosial Media


  Salah satu hal yang sering disalahkan atas konsumsi data smartphone ialah media sosial. Hal tersebut masuk akal karena aplikasi smartphone semacam Facebook, Instagram, atau Twitter tetap memuat konten saat situasi perangkat anda tidak dalam keadaan aktif.

Kondisi tersebut tak jarang menciptakan pemakai smartphone tak mau mengakses media sosial melewati jaringan seluler sendiri dan lebih memilih Wi-Fi. Padahal, jaringan Wi-Fi tak selalu diperoleh dengan mudah.

Untungnya banyak perusahaan memahami masalah itu dan menghadirkan penyelesaian yang lebih irit data. Beberapa perusahaan mengatasinya dengan meluncurkan aplikasi terpisah, sementara lainnya menawarkan pilihan pengaturan tertentu.

Penasaran seperti apa solusi yang ditawarkan media sosial untuk menciptakan pemakai lebih irit data?

Simak informasi sebagai berikut yang dilansir dari laman “Make Use Of”.

1. Facebook Lite

Tak melulu menawarkan penggunaan akses data yang lebih sedikit, aplikasi ini ini pun dapat menghemat memori smartphone ketimbang saudara tuanya, aplikasi Facebook standar.

Hal tersebut dimungkinkan sebab pemakaian data oleh aplikasi ini lebih sedikit. Salah satunya pemutaran video yang tak berjalan bilamana anda tidak menyalakannya.

Di samping itu, aplikasi ini masih dapat bermanfaat di daerah dengan sinyal yang buruk. Namun kehadiran fitur tersebut ditukar dengan sejumlah keterbatasan, yaitu gambar yang dikompres lebih banyak dan tidak adanya fitur GIF di kolom komentar.

2. Twitter Lite

Layanan ini sebetulnya baru diperkenalkan Twitter semenjak April 2017 lalu. Kehadiran layanan ini dianggap lebih irit data dan dapat memuat informasi lebih cepat saat koneksi lambat.

Twitter Lite sebenarnya memakai teknologi Progressive Web App, yang bisa menghemat data sampai 70 persen dan 30 persen lebih cepat memuat konten.

3. Instagram

Layanan kepunyaan Facebook ini tak dimungkiri sudah menjadi di antara aplikasi tumpuan untuk berbagi foto. Namun dapat diketahui, aplikasi ini pun menghabiskan internet lebih besar.

Alasannya, Instagram terus memuat postingan gambar baru di timeline secara rutin. Proses tersebut tetap berjalan tergolong saat aplikasi ini tak digunakan sama sekali.

Namun jangan khawatir, sebetulnya ada penyelesaian untuk urusan tersebut. Anda harus mengubah penataan di settingan aplikasi dengan membuka "Profile", pilih "Options", kemudian "Cellular Data Use" dan aktifkan "Use Less Data".

Dengan demikian konten timeline tidak hadir secara otomatis, dan membutuhkan persetujuan supaya dapat ditampilkan. Namun pilihan ini aktif ketika terhubung dengan jaringan seluler dan tak berlaku saat terkoneksi Wi-Fi.

4. Snapchat

Sama layaknya Instagram, Snapchat pun menerapkan cara yang sama terhadap layanannya. Aplikasi ini akan memuat semua konten terlebih dulu secara background.

Proses ini tidak membuat konsumsi data terus berlangsung tapi menghabiskan daya baterai. Karena itu, Snapchat meluangkan opsi Travel Mode.

Untuk mengaktifkannya, buka "Profile", pilih "Settings" dan "Additional Service". Setelah itu, buka "Manage Preferences" dan aktifkan "Travel Mode".

Read more

Google Maps Kini Bantu Pengguna Mengingat Lokasi Parkir

Tampilan Saved Parking pada Google Maps versi IOS

  Lupa parkir di mana adalah ‘penyakit’ yang umum dialami oleh pemilik mobil. Beruntung Google Maps sekarang tak hanya siap membantu Anda mencapai tujuan saja, tapi juga membantu Anda mengingat-ingat lokasi parkir Anda.


Tampilan Saved Parking pada Google Maps versi Android
Pada versi terbaru aplikasi Android dan iOS-nya, Anda bakal menjumpai opsi baru bertuliskan “Save your parking” – “Set as parking location” di iOS – saat titik biru pada tampilan petanya Anda sentuh. Pilih opsi tersebut, maka Anda akan melihat label “P” muncul di tampilan peta.

Dari situ Anda bisa menambahkan detail yang lebih lengkap berupa catatan kecil atau batas waktu seandainya lahan parkir tersebut dilengkapi meteran – plus Anda juga bisa mengeset reminder. Lebih lanjut, pengguna juga bisa menambahkan foto lokasi parkirnya – cuma di versi Android-nya saja – dan membagikan lokasinya ke orang lain.

Namun yang lebih menarik adalah ketika Anda menyambungkan ponsel dengan sistem pada dashboard mobil via USB atau Bluetooth. Dalam skenario ini, lokasi parkir Anda akan otomatis dideteksi dan disimpan ketika Anda memutus sambungannya dan keluar dari mobil. 

Bagi yang sering lupa akan lokasi parkirnya, tidak ada salahnya mencoba fitur ini dengan meng-update aplikasi Google Maps di Android maupun iOS ke versi terbaru.

Read more
loading...