Alasan Mengapa Berolahraga Baik untuk Otak


Olahraga tidak hanya sebatas mendapatkan tubuh yang sehat dan atletis. Lebih dari itu, tubuh yang bugar dan sehat ternyata memberikan fungsi besar pada Otak kita.

Ketika otot anda tumbuh lebih besar dan kuat, serta kapasitas kardio anda meningkat, otak kita pun mengalami perubahan.

Inilah yang terjadi pada otak seiring dengan perkembangan otot karna olahraga:

Olahraga menolong kita mengendalikan stres

Saat kita mengerjakan kardio seperti lari, berenang, atau bersepeda, tubuh memproduksi protein eksklusif dalam otak yang dinamakan brain-derived neurotrophic factor, atau BDNF.

Protein ini mendukung faedah neuron dalam otak dan dapat menahan stres, menurut keterangan dari Loretta Graziano Breuning, Ph.D., pengarang Habits of a Happy Brain.

Dengan pertahanan yang lebih baik terhadap stres, otak kita dapat bekerja lebih efektif saat mengerjakan tugas-tugas kognitif seperti belajar dan menata suasana hati, serta dalam membetulkan sistem kekebalan, penataan detak jantung, serta pernafasan.

Olahraga membuat otak dapat memecahkan masalah lebih baik

Aktivitas kardio terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif otak sekaligus menambah volume otak secara keseluruhan, sehingga menolong kita memproses informasi.

Dalam study yang dipublikasikan di Journals of Gerontology, peneliti membagi partisipan berusia 60 sampai 79 tahun dalam dua kelompok. Kelompok kesatu diminta berolahraga dengan intensitas selama 50 persen dari detak jantung mereka dan bertambah menjadi 70 persen dalam waktu enam bulan.
Kelompok kedua mengerjakan program pelajaran non aerobik yang mengkhususkan gerakan peregangan tubuh.

Hasilnya, kumpulan pertama mengindikasikan peningkatan volume otak yang signifikan khususnya yang bersangkutan fungsi kognitif, seperti keterampilan untuk mengerjakan tugas yang rumit, memecahkan masalah, dan dalam urusan menerima informasi.

Olahraga dapat mempertajam memori ingatan

Saat anda menjadi lebih bugar, bagian otak yang dinamakan hippocampus ikut berkembang, dan ini memerlukan enam minggu pelajaran aerobik guna mendapatkan hasilnya. Demikian menurut keterangan dari penelitian yang dituliskan di NeuroImage.

Dalam riset itu, partisipan yang seringkali tidak berolahraga diminta untuk beraktivitas dengan sepeda stasioner sekitar 30 menit, lima hari dalam seminggu. Pada akhir minggu ke enam, seluruh partisipan mempunyai volume hippocampus lebih banyak dari sebelumnya.

Walau semua peneliti memberi daftar bahwa mekanisme yang mendorong pertumbuhan tersebut belum jelas, tetapi hasilnya jelas terlihat.

Karena hippocampus mempengaruhi fungsi belajar dan menilik otak, maka penambahan volumenya akan membuat kita memiliki memori lebih tajam dan keterampilan belajar lebih baik.

Olahraga meningkatkan keterampilan konsentrasi

Banyak study soal hubungan olahraga dan konsentrasi dilakukan terhadap anak-anak, sebab mereka seringkali lebih gampang terpecah fokusnya. Namun efek yang sama ternyata juga didatangi pada orang dewasa.

Dalam study yang dilaksanakan di AS, semua peneliti menggali hubungan antara olahraga dengan prestasi belajar anak-anak. Seperti diduga, semua pelajar tersebut menjadi lebih bugar. Namun yang ditemukan ialah perkembangan signifikan dalam hal fokus belajar, meminimalisir gangguan, mengerjakan pekerjaan multitasking, serta tetap fokus.

Olahraga memperbaiki suasana hati

Saat anda berolahraga tubuh akan memproduksi endorfin, hormon yang menciptakan kita menjadi nyaman. Bila digabungkan dengan reseptor opiate di otak, dapat menghasilkan keadaan hati yang lebih baik.

Rasa senang sesudah berolahraga tersebut juga dampak dari mengecilnya amygdala, struktur otak yang dihubungkan dengan perasaan cemas, takut, dan stres.
Maka tak heran bila sesudah berolahraga, orang akan menjadi lebih rileks, nyaman, dan tenang.

Olahraga melepaskan lebih banyak endorfin

Endorfin yang didapatkan karena olahraga akan menggiatkan reseptor opiate atau kesenangan. Biasanya endorfin terbentuk dalam aktifitas kardio dan aktifitas latihan kekuatan. Hasilnya, tubuh terasa kebal dari rasa sakit, sekaligus lebih bersemangat.

“Bila anda berolahraga teratur, otak kita akan menjadi lebih tepat guna dalam mengatasi rasa sakit, sehingga anda tidak memerlukan obat-obatan.
Source : Menshealth
Load disqus comments

0 komentar

loading...