Mitos Yang Salah Tentang Diabetes


Disamping informasi yang benar mengenai diabetes, ada pun mitos yang salah mengenai penyakit ini beredar di masyarakat. Jika anda seorang penderita diabetes maka urgen bagi anda untuk mengetahui setiap informasi yang beredar mengenai penyakit anda termasuk mitos yang salah tersebut. Berikut dua mitos tentang penyakit diabetes yang tidak sedikit beredar :

Mitos 1 : Hipoglikemik bisa menyebabkan kehancuran otak sebab situasi ini bisa membunuh sel-sel otak.

Keadaan hipoglikemia dapat datang paling cepat dan menimbulkan fenomena berupa sakit kepala yang ekstrim disertai dengan rasa lemas, keringat dingin dan gelisah.

Karena timbulnya fenomena seperti tersebut maka tidak sedikit yang berpikir bahwa sudah terjadi kehancuran pada sel sel otak sehingga akan menurunkan faedah pikiran anda. Kenyataanya, riset terhadap situasi ini sekitar bertahun tahun telah memperlihatkan bahwa orang orang yang merasakan hipoglikemia tidak serta merta bakal kehilangan faedah mentalnya juga.

Sementara itu, pada anak dapat saja mereka merasakan kehilangan faedah mental hal ini sebab otak mereka tetap belum sepenuhnya berkembang. Tubuh manusia memiliki keterampilan untuk bertahan pada situasi hipoglikemia sebab mempunyai hormon yang dapat membalikan situasi tersebut.

Disamping mekanisme pertahanan tubuh, penderita diabetes bisa berperan aktif pun dalam menanggulangi hipoglikemia laksana misalnya mengawal asupan glukosa tubuh supaya tetap dalam situasi optimal ketika melakukan kegiatan yang berat.

Mitos 2 : Penderita diabetes jangan berolah raga.

Ini barangkali mitos yang paling riskan tentang diabetes yang konsekuensinya antara hidup atau mati. Perlu ditekankan disini, olah raga ialah aktifitas yang sangat urgen untuk mengawal kadar gula darah dan menangkal terjadinya komplikasi dampak diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2.

Olah raga disini bukan berarti anda harus berlari maraton sebenarnya usia anda telah lebih dari 40 tahun. Berjalan jalan sekitar 20 menit masing-masing pagi juga dapat disebut dengan olah raga. Asal dilaksanakan secara teratur maka efek yang diperoleh pun dapat maksimal. Tapi butuh juga dikenang bahwa tidak seluruh penderita diabetes diijinkan berolah raga. Terutama bila mereka merasakan komplikasi infeksi ginjal yang parah, perdarahan pada mata, dan beda lain.

Di samping itu, tidak ada dalil lain guna menunda berolah raga. Bila belum yakin terhadap kemampuan anda untuk berolah raga, segera hubungi dokter pribadi anda.
Source : dr. I Made Cock Wirawan, S.Ked 
Load disqus comments

2 komentar

loading...